Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
OJK telah menerbitkan kebijakan buyback saham tanpa RUPS dalam 6 bulan ke depan
OJK telah menerbitkan kebijakan buyback saham tanpa RUPS dalam 6 bulan ke depan
Bareksa.com - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan sejak 19 September 2024, yang ditandai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1.682 poin hingga 18 Maret 2025. Penurunan ini setara dengan 21,28% dari level tertingginya, mencerminkan kondisi pasar yang sangat berfluktuasi.
Sebagai respons terhadap kondisi ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan kebijakan buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Langkah ini bertujuan untuk menstabilkan harga saham, meningkatkan kepercayaan investor, dan mengurangi tekanan jual di pasar modal. Kebijakan ini juga memberikan fleksibilitas bagi emiten dalam mempertahankan nilai saham mereka di tengah volatilitas tinggi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan pasar saat ini, Tim Analis Bareksa menyarankan investor bisa mempertunbcenderung beralih ke saham defensif atau non-siklikal, yang tetap stabil meskipun kondisi pasar sedang menurun. Sebab Produk dari perusahaan di sektor ini akan selalu dibutuhkan, sehingga memberikan perlindungan lebih terhadap risiko volatilitas.
Dua saham yang patut diperhatikan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), yang memiliki prospek kuat dari sisi fundamental maupun teknikal.
ICBP terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid, dengan laba bersih kuartal III tahun 2024 tumbuh 15,4% secara tahunan (YOY), didorong oleh kenaikan penjualan 8,1% secara tahunan. Selain itu, perusahaan ini dikenal konsisten membagikan dividen dengan payout ratio di atas 30% dan dividen yield sekitar 2% per tahun, menjadikannya pilihan menarik bagi investor jangka panjang.
Sumber : investing.com
Secara teknikal, saham ICBP masih bertahan di atas MA5, dengan level support terdekat di Rp10.600 dan support selanjutnya di Rp10.200. Jika harga saham mampu bertahan di atas Rp10.600, investor bisa mulai melakukan akumulasi bertahap dengan target harga Rp11.000 hingga Rp11.300.
Berbeda dengan ICBP, saham SIDO sempat tertekan aksi jual oleh investor asing sejak akhir Februari 2025. Namun, secara fundamental, perusahaan ini justru mencatat kenaikan laba bersih 23% sepanjang tahun 2024, yang menunjukkan pertumbuhan bisnis yang tetap solid.
Selain itu, SIDO telah mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp300 miliar, yang akan berlangsung mulai 3 Mei 2025 hingga 2 Mei 2026. Harga buyback maksimum ditetapkan di Rp760 per lembar saham, yang menunjukkan masih adanya potential upside sekitar 40% dari harga saat ini.
Dari sisi teknikal, harga saham SIDO saat ini berada di sekitar Rp540, mendekati level terendah sejak Februari 2024 di Rp500. Dengan downside risk yang terbatas hanya sekitar 7%, saham ini mulai menarik untuk akumulasi bagi investor jangka pendek. Target harga terdekat berada di Rp565 hingga Rp605, memberikan peluang profitabilitas bagi trader yang ingin memanfaatkan momentum rebound.
Sumber : investing.com
Super app investasi, Bareksa telah meluncurkan fitur Bareksa Saham bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia pada Kamis (9/11/2023), di Jakarta. Fitur investasi saham ini melengkapi pilihan produk investasi di Bareksa sebelumnya, yakni reksadana, Surat Berhaga Negara hingga emas. Peluncuran fitur saham seiring target Bareksa mewujudkan misi menjadi satu aplikasi untuk semua investasi.
Dengan begitu, nasabah atau investor Bareksa bisa berinvestasi di beragam instrumen investasi dalam satu genggaman tangan di layar ponsel melalui aplikasi Bareksa. Pengguna bisa berinvestasi sesuai kebutuhan dan profil risikonya guna mencapai target keuangan atau kemerdekaan finansialnya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
***
Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 16 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 96%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 16 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 64%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.