Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Benarkah rasio pembayaran dividen akan berkurang? Simak analisisnya di sini!
Benarkah rasio pembayaran dividen akan berkurang? Simak analisisnya di sini!
Bareksa.com - Mendekati peluncuran Daya Anagata Nusantara (Danantara), saham bank besar badan usaha milik negara (BUMN) terkoreksi, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hear on street, investor masih wait & see karena muncul kekhawatiran bahwa setelah kepemilikan beralih ke Danantara, seperti rasio pembayaran dividen tidak akan sebesar 1-2 tahun terakhir.
Sumber : investing.com
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto (14/12) mengumumkan Danantara, badan pengelola investasi baru Indonesia, akan diluncurkan pada 24 Februari. Danantara dirancang untuk menjadi firma investasi global mirip Temasek Singapura dan mengelola aset dari 7 badan usaha milik negara (BUMN) utama, termasuk BBRI, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PLN, Pertamina, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan MIND ID.
Dengan aset gabungan sekitar Rp9.000 triliun, Danantara ditarget bisa mendongkrak efisiensi dan daya saing BUMN Indonesia di kancah internasional. Penjelasan singkat soal Danantara bisa kamu baca di sini : BMRI, BBRI, BBNI, TLKM, ANTM, PTBA hingga PGEO Masuk Danantara, Cek Prospek & Potensi Cuan.
Pada perdagangan Kamis (20/2/2025), saham BBRI turun 2,14% jadi Rp3.910, BMRI melemah 0,48% jadi Rp5.150, serta saham BBNI tertekan 1,13% jadi Rp4.460. Sejak awal Januari hingga kemarin, saham BBRI, BMRI dan BBNI masing-masing turun 7,13%, 11,97% dan 2,83%.
Rasio pembayaran deviden bank BUMN memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, mengingat permodalan perbankan yang sudah cukup kuat. Sejak tahun buku 2021, Bank BRI telah rutin membagikan dividen di atas 80% dari labanya.
Bank Mandiri juga sejak tahun buku 2019, rutin membayarkan 60% labanya menjadi dividen, karena rasio kecukupan modal (CAR) masih berada di rentang 19-20%. Sementara BNI, baru membagikan 50% labanya menjadi dividen di tahun buku 2023.
Tabel: Historis Rasio Pembayaran Dividen BBRI, BMRI dan BBNI (%)
Tahun | BBRI | BMRI | BBNI |
---|---|---|---|
2023 | 80,04 | 60 | 50 |
2022 | 85 | 60 | 40 |
2021 | 85 | 60 | 25 |
2020 | 65 | 60 | 25 |
2019 | 60 | 60 | 25 |
2018 | 50 | 45 | 25 |
Sumber : BBRI, BMRI dan BBNI
Super app investasi, Bareksa telah meluncurkan fitur Bareksa Saham bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia pada Kamis (9/11/2023), di Jakarta. Fitur investasi saham ini melengkapi pilihan produk investasi di Bareksa sebelumnya, yakni reksadana, Surat Berhaga Negara hingga emas. Peluncuran fitur saham seiring target Bareksa mewujudkan misi menjadi satu aplikasi untuk semua investasi.
Dengan begitu, nasabah atau investor Bareksa bisa berinvestasi di beragam instrumen investasi dalam satu genggaman tangan di layar ponsel melalui aplikasi Bareksa. Pengguna bisa berinvestasi sesuai kebutuhan dan profil risikonya guna mencapai target keuangan atau kemerdekaan finansialnya.
(Ni Putu Kurniasari/Adam Nugroho/AM)
***
Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 90%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 66%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.