Apa yang mau kamu cari?

Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.

BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Perusahaan asuransi yang 'jualan' tak sesuai tarif bakal dih

24 Januari 2014
Tags:
Perusahaan asuransi yang 'jualan' tak sesuai tarif bakal dih
Sebuah map yang bertuliskan inusrance (Detikfinance)

Defisit transaksi berjalan industri asuransi pada tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 7 triliun

Detikfinance - Anggota Dewan Komisioner yang membidangi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengatakan setiap tahun terjadi peningkatan defisit transaksi berjalan industri asuransi.

Atas alasan tersebut OJK akan menetapkan tarif asuransi dari masing-masing perusahaan. Nantinya, OJK akan menindak tegas perusahaan yang menjual premi asuransi di bawah tarif.

Selengkapnya...

Promo Terbaru di Bareksa

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.117,58

Up0,46%
Up3,08%
Up1,88%
Up7,66%
Up8,06%
-

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.106,04

Up0,51%
Up3,61%
Up1,77%
Up7,55%
--

Capital Fixed Income Fund

autodebet

1.886,76

Up0,52%
Up3,29%
Up1,61%
Up7,35%
Up19,53%
Up47,63%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund

1.080,62

Up0,60%
Up4,94%
Up2,75%
Up7,55%
--

Capital Regular Income Fund

Dividen

1.025,06

Up0,54%
-
Up1,69%
---
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua
info
Bareksa Community
close
Community illustration

Gabung komunitas investor eksklusif.
Ikuti kelas pembelajaran tentang investasi secara online gratis via Aplikasi Telegram

checkAkses gratis
checkKonten edukasi tiap minggu
checkDiskusi dengan investor lain
checkUpdate promo & event terbaru
Bagikan Artikel
Perusahaan asuransi yang 'jualan' tak sesuai tarif bakal dih

Perusahaan asuransi yang 'jualan' tak sesuai tarif bakal dih

Defisit transaksi berjalan industri asuransi pada tahun ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 7 triliun

Bareksa