BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Seminggu Anjlok 8,46 Persen, Apakah Saham Tambang Masih Akan Terkoreksi?

21 November 2016
Tags:
Seminggu Anjlok 8,46 Persen, Apakah Saham Tambang Masih Akan Terkoreksi?
Sejumlah alat berat terlihat di situs tambang batu bara. (Peabody Energy/Wikimedia Commons)

IHSG dalam satu minggu hanya turun 1,18 persen.

Bareksa.com - Indeks harga saham pertambangan (mining) dalam satu minggu sejak tanggal 14 hingga 18 November 2016 turun hingga 8,46 persen. Penurunan ini merupakan yang terdalam di antara indeks sektoral lainnya di Bursa Efek indonesia.

Tabel Perubahan Indeks Saham Sektoral dalam Sepekan (14-18 November 2016)

Illustration

Promo Terbaru di Bareksa

Sumber: BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), walaupun sedang mengalami tekanan jual dari investor asing hanya turun 1,18 persen dalam kurun waktu yang sama. Apakah tekanan terhadap indeks pertambangan akan terus berlanjut?

Head of Research Universal Broker, Satrio Utomo, mengungkapkan indeks saham sektor mining masih akan terus turun. Menurutnya indeks pertambangan masih akan berkonsolidasi karena harga komoditas masih akan mengalami penurunan.

Per tanggal 18 November, harga batubara untuk kontrak November di Bursa Berjangka ICE memang turun sebesar $1,15 per ton dibandingkan harga kontrak sehari sebelumnya. Namun, harga antara kontrak November dan Desember terpaut terlalu jauh, atau ada selisih hingga $18,25 per ton.

Tabel Harga Kontrak Batu Bara di ICE Futures

Illustration

Sumber: Barchart.com

Sementara itu, kontrak untuk November akan segera berakhir pada minggu ini. Jika melihat siklus yang mengalami penurunan, Satrio menilai akan ada penyesuaian kembali terhadap harga kontrak batu bara global.

Grafik Pergerakan Saham Tambang Dibandingkan IHSG
Illustration
Sumber: Bareksa.com

Walaupun demikian, menurutnya bukan berarti saham-saham tambang akan kembali terpuruk bahkan nilainya mencapai Rp50 per lembar. Menurutnya harga barubara memang masih mengalami penurunan tetapi akan stabil di angka $70-$80 per ton, yang lebih baik dibandingkan dengan harga awal tahun.

“Artinya emiten batubara sudah bisa untuk berproduksi lagi. Jadi seharusnya dengan perbaikan ini seharusnya tidak akan sejelek dulu kinerjanya,” katanya kepada Bareksa.com, Senin 20 November 2016.

Sementara itu indeks tambang menjadi salah satu sektor yang masih hijau hingga perdagangan sesi pertama hari ini, Senin 20 November 2016. Indeks tambang naik hingga 1,3 persen bersama dengan saham-saham agribisnis yang juga naik 0,1 persen.

IHSG juga masih dalam tekanan karena asing masih mencatatkan jual bersih (net sell). IHSG hingga perdagangan sesi pertama turun 19 poin atau 0,4 persen ke level 5.152. (hm)

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah Kelas A

1.390,72

Up0,47%
Up4,05%
Up0,21%
Up8,15%
Up20,16%
Up38,33%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.088,39

Up0,55%
Up4,00%
Up0,15%
Up7,78%
--

Capital Fixed Income Fund

autodebet

1.859,86

Up0,59%
Up3,88%
Up0,16%
Up7,35%
Up18,07%
Up40,46%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.098,72

Up0,37%
Up3,83%
Up0,16%
Up7,36%
Up6,39%
-

Insight Renewable Energy Fund

2.294,99

Up0,70%
Up4,09%
Up0,15%
Up7,48%
Up19,66%
Up35,68%
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua