Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Saham BBRI tetap direkomendasikan beli di target harga Rp6.200 pada 2025, mencerminkan potensi kenaikan 53%
Saham BBRI tetap direkomendasikan beli di target harga Rp6.200 pada 2025, mencerminkan potensi kenaikan 53%
Bareksa.com - Bank badan usaha milik negara (BUMN) terbesar Tanah Air, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI berhasil mencetak laba bersih konsolidasian Rp60,64 triliun pada tahun 2024. Laba ini naik 0,1% dibandingkan 2023, namun merupakan rekor terbesar sepanjang sejarah bank yang berfokus di pembiayaan usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) itu.
"Pencapaian ini menunjukkan resiliensi kinerja dan kemampuan BRI dalam menciptakan nilai secara konsisten bagi stakeholder," ungkap Direktur Utama BRI, Sunarso (12/2).
Menurut Sunarso, laba ini membuktikan fokus BRI pada UMKM adalah kunci kesuksesan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Pertumbuhan ini didorong oleh penyaluran kredit yang selektif dan berkualitas, dengan fokus utama pada UMKM. Penyaluran kredit BRI didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dari total kredit atau senilai Rp1.110,37 triliun.
Kualitas kredit BRI juga membaik, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) turun dari 2,95% pada 2023 menjadi 2,78% pada 2024. Menurut Sunarso, dana murah (CASA) juga menjadi andalan BRI, mencapai Rp918,98 triliun atau 67,3% dari total dana pihak ketiga (DPK).
BRI berfokus pada peningkatan CASA berkualitas, terutama yang berbasis transaksi digital. Super App BRImo mencatat pertumbuhan pengguna 22,12% menjadi 38,61 juta user, dengan volume transaksi melonjak 34,57% mencapai Rp5.596 triliun.
Likuiditas dan permodalan BRI juga sangat kuat, dengan rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) 88,85% dan rasio kecukupan modal (CAR) 26,63%. Total aset BRI juga tumbuh 1,42% menjadi Rp1.992,98 triliun.
BRI membuktikan bahwa dengan fokus pada UMKM, inovasi digital, dan manajemen risiko yang baik, kesuksesan dapat diraih di tengah tantangan ekonomi global.
Keterangan | 2024 | 2023 | YoY | 4Q24 | 3Q24 | QoQ |
---|---|---|---|---|---|---|
Total Kredit & Pembiayaan (Rp miliar) | 1.354.641 | 1.266.429 | 7% | 1.354.641 | 1.353.356 | 0,1% |
Mikro / Total Kredit | 46,3% | 48,3% | -1,9% | 46,3% | 46,4% | -0,1% |
Laba Operasi Sebelum Pencadangan (Rp miliar) | 116.752 | 106.508 | 9,6% | 29.243 | 30.467 | -4% |
NIM | 7.74% | 8.15% | -0.40% | 7.44% | 7.99% | -0.50% |
CAR | 26.63% | 27.27% | -0.60% | 26.63% | 26.76% | -0.10% |
CASA | 67.30% | 64.35% | 3.00% | 67.30% | 64.17% | 3.10% |
Cost to Income Ratio (CIR) | 41.59% | 41.89% | -0.30% | 42.42% | 41.86% | 0.60% |
NPL (Gross) | 2.78% | 2.95% | -0.20% | 2.78% | 2.90% | -0.10% |
Biaya Kredit | 3.23% | 2.37% | 0.90% | 2.76% | 3.23% | -0.50% |
Biaya Kredit Bersih | 1.32% | 0.98% | 0.54% | 0.93% | ||
ROA Setelah Pajak | 3.06% | 3.30% | -0.20% | 3.07% | 3.15% | -0.10% |
ROE B/S | 19.01% | 19.80% | -0.80% | 18.45% | 19.17% | -0.70% |
Leverage | 6.2 | 6.2 | -4.30% | 6.2 | 6 | 0.2 |
Laba Bersih (Rp miliar) | 60,644 | 60,425 | 0.40% | 15,281 | 15,466 | -1.20% |
PATMI (Rp miliar) | 60,155 | 60,100 | 0.10% | 15,090 | 15,363 | -1.80% |
Sumber : BBRI
Menurut Tim Analis Bareksa, pendapatan bunga BBRI mengalami penurunan 4,8% di kuartal IV 2024 akibat kenaikan beban bunga yang tumbuh 8,1%. Meski begitu, Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) masih tumbuh 7% berkat kontribusi lini usaha lain seperti asuransi dan Pegadaian.
Biaya provisi BBRI melesat 30% di kuartal IV secara tahunan, tetapi jika dibandingkan terhadap kuartal III (QoQ) turun 20,6%. Hal ini menandakan adanya perbaikan kualitas kredit. Laba bersih BBRI di kuartal IV 2024 turun 6,3%, akibat kerugian non operasi Rp922 miliar, padahal, tahun sebelumnya masih untung Rp84 miliar.
Rasio NPL di kuartal IV berada di 2,78%, turun secara tahunan dari 2,95%, maupun secara kuartalan dari 2,9%. Hal ini menunjukkan perbaikan kualitas kredit yang sepanjang 2024 menjadi kekhawatiran utama para investor dan salah satu alasan aksi jual investor asing.
Jika dibedah lebih dalam, Tim Analis Bareksa menilai, secara tahunan NPL BBRI di semua segmen usaha mengalami penurunan, kecuali mikro yang naik dari 2,47% menjadi 2,85%. NPL segmen korporasi turun terdalam atau sangat membaik dari 3,86% menjadi 2,6%. Dengan begitu, manajemen BRI berhasil merealisasi target NPL 2024 di bawah 3%.
Segmen | 2024 | 2023 | 2022 | 2021 | 2020 | 2019 |
---|---|---|---|---|---|---|
Mikro | 2,85% | 2,47% | 1,74% | 1,49% | 0,83% | 1,18% |
konsumer | 1,97% | 1,97% | 1,83% | 1,78% | 1,49% | 1,1% |
Kecil | 4,42% | 4,88% | 4,3% | 4,05% | 3,61% | 3,17% |
Menengah | 2,5% | 2,56% | 2,26% | 3,57% | 4,61% | 5,38% |
korporasi | 2,6% | 3,86% | 4,68% | 6,68% | 7,57% | 5,18% |
Sumber : BBRI
Biaya kredit BBRI berada di 2,76% naik secara tahunan dari sebelumnya 2,19%, tetapi turun secara kuartalan dari sebelumnya 3,23%. Secara tahunan, BBRI membukukan pertumbuhan kredit 7% disokong oleh segmen korporasi 23,6%, menengah 21,6% dan konsumer 10%.
Segmen mikro yang menguasai 46% total kredit hanya tumbuh 2,7% karena manajemen fokus pada perbaikan kualitas kredit dan pemulihan aset.
Dari beberapa target BBRI di 2024, hanya target pertumbuhan kredit dan biaya kredit yang tidak tercapai. Adapun target margin bunga bersih, rasio NPL dan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) sesuai target perseroan.
Pada 2025, bank yang sahamnya sering dijuluki sebagai saham sejuta umat ini menargetkan pertumbuhan kredit 7-9%, NIM 7,3-7,9% dengan biaya kredit naik 3-3,2%, NPL di bawah 3%, serta CIR 41-43%. Per Desember 2024, jumlah investor saham BBRI mencapai 653.251 investor dengan jumlah saham 151,56 miliar lembar.
Relisasi dan Target Kinerja BBRI
Indikator | Realiasi | Target 2024 | Status | Target 2025 |
---|---|---|---|---|
Loan Growth (YoY) | 7% | 10-12% | Missed | 7- 9% |
NIM | 7,74% | 7,6-8% | In Line | 7,3-7,7% |
Credit Cost | 3,23% | Max. 3% | Missed | 3- 3,2% |
NPL | 2,78% | < 3% | In Line | < 3% |
CIR | 41,59% | 41-42% | In Line | 41-43% |
Sumber : BBRI
Seiring kinerja BBRI 2024 yang cukup memuaskan, Tim Analis Bareksa tetap merekomendasikan beli saham BBRI di target harga Rp6.200 pada tahun 2025. Dibandingkan harga penutupan Rabu (12/2) Rp4.030, maka saham BBRI masih punya potensi kenaikan 53%.
Super app investasi, Bareksa telah meluncurkan fitur Bareksa Saham bekerja sama dengan PT Ciptadana Sekuritas Asia pada Kamis (9/11/2023), di Jakarta. Fitur investasi saham ini melengkapi pilihan produk investasi di Bareksa sebelumnya, yakni reksadana, Surat Berhaga Negara hingga emas. Peluncuran fitur saham seiring target Bareksa mewujudkan misi menjadi satu aplikasi untuk semua investasi.
Dengan begitu, nasabah atau investor Bareksa bisa berinvestasi di beragam instrumen investasi dalam satu genggaman tangan di layar ponsel melalui aplikasi Bareksa. Pengguna bisa berinvestasi sesuai kebutuhan dan profil risikonya guna mencapai target keuangan atau kemerdekaan finansialnya.
(Christian Halim/AM)
***
Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.116,53 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.105,85 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,41 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,4 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.024,87 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 20 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 93%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 20 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 62%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.