Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Goldman Sachs merevisi naik target harga emas 2025 dari sebelumnya US$2.890 menjadi US$3.100
Goldman Sachs merevisi naik target harga emas 2025 dari sebelumnya US$2.890 menjadi US$3.100
Bareksa.com - Bank investasi multinasional asal Amerika Serikat, Goldman Sachs telah menaikkan proyeksi harga emas untuk akhir tahun 2025 menjadi US$3.100 per ounce, naik dari estimasi sebelumnya sebesar $2.890.
Namun prediksi itu ternyata kalah bullish dibandingkan bank terbesar kedua asal negara yang sama yakni Bank of America yang meramal harga emas tahun ini bisa menembus US$3.500.
Dilansir Reuters (18/2), revisi naik target harga emas oleh Goldman Sachs didorong oleh permintaan berkelanjutan dari bank sentral, yang diperkirakan akan menambah 9% pada harga emas hingga akhir tahun. Selain itu, penurunan suku bunga dana federal diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan ETF emas.
Harga Emas Hari Ini, Selasa (18/2/2025)
Emas | Harga Beli Emas Hari Ini |
---|---|
Emas spot | US$2.908,84 per ons |
Emas Treasury | Rp1.570.00 per gram |
Emas Pegadaian | Rp1.572.000 per gram |
Emas Indogold | Rp1.568.124 per gram* |
Emas Antam | Rp1.679.000 per gram |
Sumber: Bareksa Emas, harga-emas.org, logammulia.com, emas spot per pukul 10.17 WIB, emas Indogold per 17/2
Goldman Sachs juga merevisi asumsi permintaan emas oleh bank sentral menjadi 50 ton per bulan dari estimasi sebelumnya 41 ton. Jika pembelian rata-rata mencapai 70 ton per bulan, maka harga emas bisa naik hingga US$3.200 per ounce pada akhir 2025.
Sebaliknya, jika Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil, harga emas diproyeksikan mencapai US$3.060 per ounce pada periode yang sama.
Rekomendasi "Go for Gold" dari Goldman Sachs menekankan posisi panjang pada emas tetap menjadi lindung nilai yang kuat terhadap potensi ketegangan perdagangan, risiko subordinasi Federal Reserve, serta ancaman finansial atau resesi.
Jika kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal AS meningkat, maka harga emas bisa tambah naik 5% menjadi US$3.250 per ounce pada Desember 2025.
Bank raksasa yang juga asal Negara Paman Sam, Bank of America (BoA) juga memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$3.500 per ounce pada akhir tahun 2025. Dilansir Kitco News (14/2), Analis BoA, Michael Widmer menyatakan ketidakpastian ekonomi global, kebijakan moneter longgar, dan permintaan tinggi dari bank sentral menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga emas ini.
Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi dan volatilitas pasar turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven bagi para investor.
Widmer juga menekankan kebijakan perdagangan internasional, seperti tarif dan sanksi, dapat mempengaruhi arus perdagangan logam mulia. Hal ini berpotensi mengganggu pasokan dan permintaan emas di pasar global, yang pada gilirannya dapat mendorong harga emas lebih tinggi.
Ketegangan geopolitik dan perubahan kebijakan fiskal di berbagai negara juga dapat meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap risiko tersebut. Investor disarankan untuk memantau perkembangan pasar logam mulia dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio mereka guna memanfaatkan peluang ini.
Untuk diketahui, saat ini negara-negara melalui bank sentralnya sedang ramai-ramai memborong emas guna mengantisipasi risiko ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Kamu juga ingin mengoleksi emas batangan? Salah satu cara mudah investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur Bareksa Emas yang tersedia di Bareksa.
Kamu bisa berinvestasi emas dari manapun dan kapanpun. Dalam menyediakan fitur Bareksa Emas, Bareksa bekerja sama dengan Pegadaian, Treasury, dan Indogold. Bareksa Emas sebagai alternatif pilihan investor untuk memiliki emas fisik yang bisa dibeli secara digital atau emas online.
Mitra pengelolaan emas di Bareksa Emas yaitu Treasury berlisensi sebagai pedagang emas digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Sementara Pegadaian dan Indogold juga memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Investasi emas secara online bukan berarti tidak ada wujudnya. Sekarang, setelah membeli emas digital di Bareksa Emas, Smart Investor juga bisa memiliki wujud fisiknya yang diantar langsung ke rumah dengan fitur Cetak Fisik.
Emas batangan yang tersedia di Bareksa Emas adalah emas murni dengan kadar 99,99%. Smart Investor dapat memilih emas Antam ataupun emas UBS untuk Tarik Fisik di Bareksa Emas. Jangan tunda lagi, terus tingkatkan investasi emas kamu dan raih potensi keuntungannya.
(AM)
***
Ingin investasi emas dan reksadana di Bareksa?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS
DISCLAIMER
Fitur Bareksa Emas dikelola oleh PT Bareksa Inovasi Digital, berkerja sama dengan Mitra Emas berizin.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 90%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 66%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.