Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
CAR perbankan pada Agustus 2017 sebesar 23,4 persen
CAR perbankan pada Agustus 2017 sebesar 23,4 persen
Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross perbankan pada Agustus 2017 mencapai 3,05 persen. Nilai tersebut meningkat tipis dibandingkan Juli 2017 yang mencapai 3 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, menjelaskan kendati NPL gross meningkat tipis, namun dari sisi NPL net masih berada di angka 1,29 persen. "Ini masih oke tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan," jelas dia di Jakarta belum lama ini.
Kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah habis masa berlakunya, menurut Heru juga tidak akan berpengaruh banyak. Apalagi, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) juga terhitung tinggi, sehingga perbankan masih bisa membuat pencadangan ketika NPL meningkat. (Baca : Pertumbuhan Kredit Diprediksi Mengencang jadi 10 Persen di 2018, Ini Alasannya)
OJK mencatat, CAR perbankan pada Agustus 2017 sebesar 23,4 persen. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Juli 2017 yang sebesar 23,37 persen.
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Tigor M. Siahaan, menjelaskan pencabutan relaksasi restrukturisasi kredit tidak terlalu berdampak pada NPL perseroan. Sebab CAR CIMB Niaga juga terhitung tinggi di kisaran 18,5 persen.
"Kami targetkan NPL pada akhir tahun di kisaran 3,8-3,9 persen," ujar dia. (Lihat : BI : Selain Penyaluran Kredit, Pembelian Obligasi Korporasi Jadi Indikator LFR)
NPL Sektor Pertambangan
Chief Economist SKHA Institute of Global Competitiveness, Eric Sugandi, mengungkapkan NPL perbankan yang relatif tinggi terjadi di sektor pertambangan, transportasi, pergudangan dan konstruksi. Di sektor-sektor tersebut, perbankan berkemungkinan mengerem ekspansi kreditnya.
Sementara mengenai pencabutan kebijakan restrukturisasi kredit, menurut Eric sudah benar. Sebab meskipun OJK ingin mendorong pertumbuhan kredit, namun kualitas kredit tetap harus dijaga. (Baca : Suku Bunga Kredit akan Bergerak Turun pada Kuartal I 2018, Ini Alasannya)
Chief Economist PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk BMRI), Anton Gunawan, mengungkapkan sejak semester I 2017, perbankan memang sudah mengurangi biaya provisi. Hal ini menunjukkan adanya sinyal perbaikan terhadap kualitas kredit.
Anton juga melihat NPL perbankan masih akan berada di bawah kendali OJK. Meskipun, kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit akan dihapus pada Agustus 2017.
Meski demikian, kekhawatiran perbankan akan memburuknya kualitas kredit selepas kebijakan dicabut masih akan terjadi. Karena itu, menurut Anton, perbankan harus memfokuskan perhatiannya kepada kredit special mention. (Lihat : Margin Bunga Bersih Perbankan Mulai Menyusut, Apa Penyebabnya?)
"Melihat angka Desember 2016, kami memprediksi NPL bisa meningkat ke angka 3,6 persen," kata dia. (K09)
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.125,29 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.112,14 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.897,86 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.088,37 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.031,09 | - | - | - | - |
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
SR022
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
16 Mei - 18 Jun 2025
Tipe Kupon
Fixed
SBR014
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
14 Jul - 7 Agt 2025
Tipe Kupon
Mengambang
SR023
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
22 Agt - 12 Sep 2025
Tipe Kupon
Fixed
ORI028
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
29 Sep - 23 Okt 2025
Tipe Kupon
Fixed
ST015
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
10 Nov - 3 Des 2025
Tipe Kupon
Mengambang