Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Enam kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan keuangan anda.
Enam kebiasaan ini bisa mengganggu kesehatan keuangan anda.
Bareksa.com - Kebiasaan memang sulit untuk diubah, apalagi yang sudah kita lakukan selama sekian lama. Namun ada beberapa kebiasaan buruk dalam pengelolaan uang yang harus anda ubah sejak saat ini.
Enam kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan ini bisa menjadi racun bagi kehidupan finansial anda.
1. Pengeluaran Emosional
Setiap orang pasti akan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun ada belanja yang dilakukan secara rutin, berkala dan juga mendadak. Yang patut anda perhatikan adalah belanja mendadak berlatarkan emosi semata.
Penasihat Keuangan Gretchen Cliburn seperti dilansir marketwatch.com, Senin, 1 Februari 2015 mengatakan belanja yang menggunakan emosi tidak akan memperbaiki apa pun dan cenderung malah memperburuk keadaan. Kebiasaan berbelanja dengan faktor "ingin" ini bisa membuat tagihan kartu kredit anda membengkak, padahal barang tersebut sebenarnya tidak anda butuhkan.
Untuk mengantisipasi anda membelanjakan uang terhadap hal-hal yang tidak dibutuhkan, ada baiknya kita membuat aturan untuk diri sendiri. Contohnya, belilah barang yang hanya berada dalam daftar keinginan anda.
Daftar keinginan pun harus dibuat saat anda dalam kondisi tenang. Selain itu, cobalah beri waktu 24 jam ke atas sebelum membeli barang yang tidak terencana.
Ide lainnya, menurut Cliburn, jangan terlalu lama berada di situ atau pun toko favorit anda untuk mengurangi godaan yang datang. Selain itu, pastikan anda hanya membeli barang yang bisa dilakukan secara tunai agar kartu kredit anda tidak terbebani.
2. Meminjamkan Uang
Meminjamkan uang kepada teman atau keluarga memang sangat mulia. Namun, kenyataannya meminjamkan uang bisa menyakiti keuangan anda dan juga hubungan anda.
Mungkin saja orang yang anda pinjamkan kesulitan untuk membayar kembali utangnya ke anda, dan itu bisa memicu konflik dan bisa saja anda akan kehilangan uang atau kehilangan teman.
Di samping meminjamkan uang, ada beberappa cara yang bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan pertemanan. Caranya menolong teman anda untuk mengurangi pengeluaran dengan memberi tumpangan ke tempat bekerja, membantunya mendapatkan uang tambahan atau bisa juga menyarankan mereka untuk mengurangi pengeluaran.
Kalaupun anda tetap ingin menawarkan uang, anda harus menganggap itu sebagai hadiah. Dengan demikian anda tidak akan merasa kesal jika teman anda membeli baju atau sepatu baru dibandingkan membayar utangnya ke anda.
3. Kurangi Traktiran
Bagi sebagian orang, mentraktir teman untuk makan siang atau saat berkumpul merupakan salah satu kebanggaan. Memang tidak ada yang salah dengan kebaikan anda, tapi jika itu membawa anda ke dalam jebakan utang maka hal ini patut dipertimbangkan lagi.
Apalagi jika masalah traktir ini bisa membuat anda mengurangi pengeluaran lainnya yang lebih penting.
4. Membandingkan keuangan anda dengan orang lain
Kebanyakan orang menganggap ukuran sukses adalah ukuran rumah yang kita tempati dan juga mobil yang kita kendarai. Rumah besar dan juga mobil bagus merupakan indikasi kita memilih untuk menghabiskan uang, dan bukan kekayaan yang sebenarnya.
Jika tetangga anda memiliki mobil mewah ada juga kemungkinan mereka hidup di atas batas kemampuan mereka dengan cara kredit. Untuk itu anda harus memulai untuk hidup sesuai dengan apa yang anda miliki.
Buat rencana untuk kehidupan anda dalam 5, 10 hingga 50 tahun lagi. Anda bisa juga bisa menargetkan memiliki rumah di lingkungan yang sesuai dan juga bisa pensiun dengan nyaman.
"Anda harus mengidentifikasi apa yang paling berharga untuk anda, setelah itu baru membuat pengeluaran berdasarkan hal tersebut," katanya.
5. Menghabiskan semua pendapatan anda
Semua orang harus membayar tagihan dan juga kebutuhannya setiap bulan. Namun, menjadi keputusan anda apakah anda akan menyisakan uang anda atau tidak dan berapa jumlahnya.
Menghabiskan semua uang anda mungkin merupakan cara paling tradisional untuk mengelola keuangan. Namun, seringkali hal ini berarti anda tidak punya cadangan ketika ada situasi darurat dan juga cadangan untuk kehuidupan anda setelah pensiun.
Perencana Keuangan Derek Gabrielsen dilansir Marketwatch mengatakan menghabiskan semua uang anda merupakan kesalahan terbesar yang dibuat oleh seseorang.
Gabrielsen mengungkapkan, dalam menyusun budget bulanan anda harus memasukkan dana darurat dan juga dana pensiun. Rule of Thumb untuk tabungan adalah paling tidak anda memiliki dana cadangan setara dengan enam bulan pengeluaran anda dan anda harus menabung sebesar 10 persen dari total pendapatan anda untuk dana pensiun.
"Sekali anda mempunyai rencana keuangan anda harus bertahan dengan itu dan menjalankannya. Itulah satu-satunya cara untuk menggapai tujuan anda," ujarnya.
6. Terlalu Bergantung Kepada Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit memang ada baiknya, tapi jika anda terlalu bergantung kepada kartu kredit keuangan anda bisa saja terganggu. Apalagi jika anda terus membayar cicilan minimum setiap bulannya, penghitungan bunga yang harus anda bayarkan juga berdasarkan total kredit anda sebelumnya.
Jika anda sudah terbiasa hidup dengan menggunakan kartu kredit, sebaiknya anda mulai menyisihkan waktu untuk memahaminya dan mulai memikirkan apa yang harus anda lakukan. Baca statement kartu kredit yang dikirimkan kepada anda dengan teliti dan berapa yang harus anda bayarkan setiap bulannya.
"Mungkin anda akan kaget betapa mahalnya pembayaran kartu kredit anda," katanya.
Untuk keluar dari lingkaran tersebut anda harus mulai melakukan perencanaan pembayaran utang yang ketat. Jika tidak anda akan terus menerus terjerat utang.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 97%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 65%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.