Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Astra tidak bisa melempar beban kenaikan kepada konsumen secara keseluruhan.
Astra tidak bisa melempar beban kenaikan kepada konsumen secara keseluruhan.
Bareksa.com - Sisi bisnis otomotif PT Astra International Tbk (ASII) dapat menggambarkan keadaan sektor manufaktur di Indonesia pada umumnya menghadapi tekanan inflasi, yang sebagian disumbang oleh pelemahan nilai tukar rupiah.
Tira Ardianti, Head of Investor Relations grup Astra, mengungkapkannya kepada Bareksa.com dalam saluran telepon.
"Meskipun pabrik yang dioperasikan Astra secara lokal konten sudah tinggi, harus diingat bahwa di Indonesia penyuplai komponen otomotifnya punya exposure terhadap dolar Amerika cukup tinggi karena bahan baku besi baja, plastik, karet, aluminium yang masih impor," ujar Tira.
Astra sudah mengalami dampak pelemahan rupiah secara gradual dalam bentuk kontrak pembelian yang harganya sudah mulai direvisi oleh para penyuplai komponen otomotif. Astra memiliki ribuan kontrak dengan termin 3 sampai 6 bulan dengan penyuplai komponen otomotif.
Dalam menghadapi kenaikan biaya ini Astra masih melakukan pertimbangan, karena Astra tidak bisa melempar beban kenaikan kepada konsumen secara keseluruhan. Akhir tahun lalu Astra sudah pernah melakukan penyesuaian harga secara gradual.
"Kita tidak semua bebankan ke konsumen. Harus lihat affordibility konsumen yang juga mengalami situasi ekonomi seperti ini. Di daerah mereka mengalami komoditi yang slow down, ada kenaikan suku bunga BI dan beberapa sektor terpengaruh. Kalau kita kasih pressure lagi dengan kenaikan harga, maka akan berat untuk konsumen," lanjut Tira. (QS)
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 90%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 66%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.