Bareksa.com - Studi indeks pensiun global pada 2024 yang dirilis Mercer CFA Institute Global Pension Index (15/10) mengungkapkan Indonesia berada di peringkat 42 dengan nilai indeks 50,2 dari 48 negara yang dinilai. Nilai indeks pensiun RI menurun dibandingkan 2023 yang meraih skor 51,8. Menurut Mercer, ini akibat beberapa klarifikasi baru-baru ini seputar pembayaran anuitas dan penurunan dalam tingkat penggantian pensiun bersih.
Menurut Mercer, di kawasan Asia, sistem pensiun Negara Garuda lebih baik dari India dengan skor 44, Filipina nilainya 45,8 dan Thailand 50. Namun skor indeks pensiun RI lebih rendah dari Vietnam 54,5 dan Malaysia 56,3. Singapura menempati peringkat pertama di Asia dengan nilai indeks pensiun 78,7.
Sumber : The Mercer CFA Institute Global Pension Index
Mercer menyatakan sistem pendapatan pensiun Indonesia terdiri dari pensiun pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara yang berbasis gaji dan rencana dana pensiun karyawan swasta dalam skema manfaat pasti atau defined benefit (DB) dan iuran pasti atau defined contribution (DC). Program jaminan sosial pemerintah adalah skema wajib berbasis DC yang didanai melalui kontribusi rutin pemberi kerja dan karyawan.
Kemudian, pensiun wajib nasional yang menyediakan pembayaran berbasis DB dengan dua komponen yakni uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Menurut Mercer, nilai indeks pensiun RI secara keseluruhan bisa ditingkatkan dengan tingkat dukungan minimum terhadap warga atau individu di bawah garis kemiskinan, memperluas cakupan karyawan dalam skema pensiun kerja, sehingga meningkatkan tingkat aset dari waktu ke waktu.
Kemudian persyaratan peraturan untuk sistem pensiun swasta ditingkatkan, serta memperkenalkan persyaratan untuk menunjukkan proyeksi pendapatan pensiun pada laporan tahunan anggota. Secara umum Indonesia memiliki skor C untuk sistem pensiun, di mana secara sistem memiliki fitur yang cukup baik, namun ada risiko yang harus diatasi. Jika tidak, maka efektifitas dan keberlanjutan sistem pensiun RI dipertanyakan.
Sejatinya menyiapkan dana pensiun bisa disiapkan tidak hanya oleh sistem yang diatur oleh negara, namun juga bisa dipersiapkan secara mandiri. Utamanya jika kamu ingin agar persiapan dana pensiun optimal. Sebab mempertimbangkan peringkat sistem pensiun RI yang masih rendah dan bahkan skornya menurun, maka tidak ada salahnya kamu menimbang untuk menyiapkan dana pensiun secara mandiri.
Cara terbaik dan berpotensi cuan dalam menyiapkan dana pensiun ialah dengan berinvestasi. Pilihlah instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil jauh di atas inflasi. Sebab dengan begitu, nilai dana pensiun yang kamu siapkan tidak akan menguap sia-sia karena tergerus inflasi.
Salah satu instrumen investasi yang bisa kamu pertimbangkan dalam melawan inflasi ialah Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI026. Kementerian Keuangan menetapkan kupon atau imbal hasil ORI026 yang ditawarkan pada 30 September hingga 24 Oktober 2024 ialah fixed 6,3% untuk ORI026T3 dan 6,4% untuk ORI026T6.
Bank Indonesia (18/9) memotong bunga acuan dari 6,25% menjadi 6%. Selisih (spread) imbal hasil antara kupon ORI026 dengan bunga acuan BI yakni 0,3% untuk ORI026T3 dan 0,4% untuk ORI026T6. Setelah dipotong pajak 10%, maka imbal hasil bersihnya menjadi 5,67% untuk ORI026T3 dan 5,76% untuk ORI026T6.
Benarkah kupon ORI026 masih menarik setelah dikurangi inflasi? Badan Pusat Statistik (BPS) (1/10) mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) mencatat inflasi 1,84% secara tahunan (YOY) di September 2024. Setelah dikurangi inflasi per September 2024, maka kupon riil ORI026T3 menjadi 3,83% dan ORI026T6 imbal hasil riilnya 3,92%. Real yield merupakan tingkat keuntungan yang sebenarnya, atau selisih antara suku bunga atau imbal hasil obligasi dikurangi besaran inflasi di suatu negara secara tahunan.
Besaran kupon ORI026 juga jauh lebih menarik dari bunga deposito, di mana suku bunga penjaminan simpanan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bank umum saat ini di level 4,25%. Setelah dipotong pajak 20% bunga bersih deposito jadi 3,4%. Setelah dipotong inflasi, maka bunga bersih deposito menjadi 1,56%. Artinya kupon atau imbal hasil riil ORI026 lebih dari dua kali lipat dari bunga riil deposito.
Instrumen | Kupon/bunga | Pajak | Kupon/bunga bersih | Inflasi September 2024 (YOY) | Kupon/bunga riil |
ORI026T3 | 6,3% | 10% | 5,67% | 1,84% | 3,83% |
ORI026T6 | 6,4% | 10% | 5,76% | 1,84% | 3,92% |
Deposito | 4,25% | 20% | 3,4% | 1,84% | 1,56% |
Sumber : Kemenkeu, LPS, BPS, diolah Bareksa
Dari hasil simulasi, dengan investasi Rp100 juta yang masing-masing ditempatkan di ORI026T3, ORI026T6 dan deposito, setelah dipotong pajak dan inflasi, maka kupon riil ORI026T3 senilai Rp319.166 per bulan dan imbal hasil riil ORI026T6 senilai Rp326.666 per bulan. Nilai itu dua kali lipat lebih besar bunga riil deposito yang senilai Rp130.000 per bulan.
Instrumen | Nilai Investasi | Kupon/bunga kotor per bulan | Kupon/Bunga Bersih per Bulan | Kupon/Bunga Riil per Bulan |
ORI026T3 | Rp100 juta | Rp525.000 | Rp472.500 | Rp319.166 |
ORI026T6 | Rp100 juta | Rp533.500 | Rp479.970 | Rp326.666 |
Deposito | Rp100 juta | Rp354.166 | Rp283.332 | Rp130.000 |
Sumber : Kemenkeu, BPS, diolah Bareksa
Baca selengkapnya di sini : Kupon Riil 2X Lipat Bunga Deposito, Ini Simulasi Imbal Hasil ORI026 Setelah Dikurangi Inflasi
Misalkan kamu ingin punya dana pensiun Rp1 miliar saat pensiun nanti. Maka Kamu perlu memiliki modal Rp870 juta untuk modal investasi di ORI026T3, sehingga setelah jatuh tempo, maka danamu sudah bertumbuh jadi Rp1 miliar. Dana ini merupakan akumulasi dari modal dan imbal hasil yang kamu terima.
Nilai Investasi | Total Kupon | Total Hasil Investasi |
Rp1.000.000 | Rp167.814 | Rp1.167.814 |
Rp5.000.000 | Rp839.070 | Rp5.839.070 |
Rp10.000.000 | Rp1.678.140 | Rp11.678.140 |
Rp20.000.000 | Rp3.356.280 | Rp23.356.280 |
Rp100.000.000 | Rp16.781.400 | Rp116.781.400 |
Rp500.000.000 | Rp83.907.000 | Rp583.907.000 |
Rp800.000.000 | Rp134.251.200 | Rp934.251.200 |
Rp870.000.000 | Rp145.998.180 | Rp1.015.998.180 |
Rp1.000.000.000 | Rp167.814.000 | Rp1.167.814.000 |
Rp2.000.000.000 | Rp335.628.000 | Rp2.335.628.000 |
Rp3.000.000.000 | Rp503.442.000 | Rp3.503.442.000 |
Rp4.000.000.000 | Rp671.256.000 | Rp4.671.256.000 |
Rp5.000.000.000 | Rp839.070.000 | Rp5.839.070.000 |
Sumber: Memorandum Informasi, diolah Bareksa
Sementara itu, kamu perlu memiliki modal Rp750 juta untuk mulai investasi di ORI026T6, sehingga setelah jatuh tempo, maka danamu telah tumbuh jadi Rp1 miliar. Berikut simulasi perhitungan total imbal hasil untuk ORI026T6 hingga jatuh tempo.
Nilai Investasi | Total Kupon | Total Hasil Investasi |
Rp1.000.000 | Rp343.256 | Rp1.343.256 |
Rp5.000.000 | Rp1.716.282 | Rp6.716.282 |
Rp10.000.000 | Rp3.432.564 | Rp13.432.564 |
Rp20.000.000 | Rp6.865.128 | Rp26.865.128 |
Rp100.000.000 | Rp34.325.640 | Rp134.325.640 |
Rp500.000.000 | Rp171.628.200 | Rp671.628.200 |
Rp750.000.000 | Rp257.442.300 | Rp1.007.442.300 |
Rp800.000.000 | Rp274.605.120 | Rp1.074.605.120 |
Rp1.000.000.000 | Rp343.256.400 | Rp1.343.256.400 |
Rp2.000.000.000 | Rp686.512.800 | Rp2.686.512.800 |
Rp3.000.000.000 | Rp1.029.769.200 | Rp4.029.769.200 |
Rp4.000.000.000 | Rp1.373.025.600 | Rp5.373.025.600 |
Rp5.000.000.000 | Rp1.716.282.000 | Rp6.716.282.000 |
Rp10.000.000.000 | Rp3.432.564.000 | Rp13.432.564.000 |
Sumber: Memorandum Informasi, diolah Bareksa
Menarik bukan? Sebelum investasi sebaiknya kamu perlu baca syarat dan ketentuan investasi ORI026 berikut ini:
No | Keterangan | ORI026T3 | ORI026T6 |
1 | Periode Registrasi | Setiap saat pada Mitra Distribusi yang telah ditetapkan | |
2 | Masa Penawaran | Pembukaan: 30 September 2024 pukul 09.00 WIB Penutupan: 24 Oktober 2024 pukul 10.00 WIB | |
3 | Bentuk dan Karakteristik Obligasi | Obligasi Negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID) | |
4 | Tanggal Penetapan Hasil Penjualan | 28 Oktober 2024 | |
5 | Tanggal Setelmen | 30 Oktober 2024 | |
6 | Tanggal Jatuh Tempo | 15 Oktober 2027 | 15 Oktober 2030 |
7 | Minimum Pemesanan | Rp1.000.000 (satu juta rupiah) | |
8 | Maksimum Pemesanan | Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) | Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) |
9 | Jenis Kupon | Kupon tetap (fixed rate) | |
10 | Tingkat Kupon | 6,3% per tahun | 6,4% per tahun |
11 | Minimum Holding Period | Satu periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 16 Desember 2024 | |
12 | Pembayaran Kupon | Tanggal 15 setiap bulan | |
13 | Pembayaran Kupon Pertama Kali | 15 Desember 2024 |
Sumber : DJPPR Kemenkeu
Sebagai informasi, Bareksa adalah mitra distribusi yang telah membantu penawaran SBN Ritel sejak pertama kali ditawarkan secara online pada 2018. Selain itu, Bareksa meraih penghargaan sebagai mitra distribusi terbaik sejak 2018, atau dalam 5 tahun beruntun.
Bareksa meraih penghargaan sebagai Midis SUN Terbaik Tahun 2022 bersanding dengan bank-bank besar. Penghargaan terbaru ini melengkapi daftar penghargaan yang diterima Bareksa dari Kementerian Keuangan yakni:
- Midis SUN Terbaik 2019
- Midis SUN Terbaik 2020
- Midis SUN Terbaik 2021
- Midis SUN Ritel Terbaik 2022
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2018
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2019
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2020
- Midis SBSN Terbaik Kategori Fintech 2021
Siap-siap Investasi ORI026 di Sini
(AM)
***
PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah platform e-investasi terintegrasi pertama di Indonesia, yang ditunjuk menjadi mitra distribusi (midis) resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.
Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai midis SBN terbaik selama empat tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan terbaru yang diterima adalah penghargaan sebagai Midis SUN dengan Kinerja Terbaik 2022 dan Midis SBSN dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021.
Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional). Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, registrasi ulang akun di Bareksa untuk memesan SBN Ritel.