Setelah Grup Lippo, Siapa Menyusul Menawarkan DIRE?

Bareksa • 27 Oct 2015

an image
Reksa Dana

Konglomerasi milik keluarga Riady ini memang pelopor DIRE di Indonesia.

Bareksa.com - Jika tak ada aral melintang, pemerintah akan menghapuskan pajak berganda  dalam instrumen investasi kontrak investasi kolektif (KIK) Dana Investasi Real Estate (DIRE). Penghilangan double tax itu sesuai dengan paket kebijakan ekonomi tahap V yang diluncurkan pemerintah belum lama ini.

Dibanding negara tetangga, Indonesia memang agak tertinggal. Bukan saja masalah regulasi, khususnya pajak, penerbit DIRE di Tanah Air juga masih minim dan bisa dihitung dengan jari.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2007, pengembang properti yang masuk ke pasar DIRE baru Grup Lippo.  Konglomerasi milik keluarga Riady ini memang pelopor DIRE di Indonesia. Tapi ironisnya, waktu itu Grup Lippo tidak menerbitkan DIRE melalui Bursa Efek Jakarta --sekarang Bursa Efek Indonesia (BEI)—tetapi di Bursa Efek Singapura (SGX). Salah satu alasan Grup Lippo menawarkan Real Estate Investment Trust (REITs) alias DIRE di Bursa Efek Singapura adalah pajaknya final (sekali pungutan pajak) sehingga lebih murah, sedangkan pajak DIRE di Indonesia waktu itu dipungut dua kali atau ganda (double tax).

Pada 8 Agustus 2007, PT Lippo Karawaci Tbk bekerja sama dengan Mapletree Investment mendirikan Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIR). REITs tersebut menawarkan 645,5 juta unit REIT di Bursa Singapura. Belakangan, DIRE yang disponsori Lippo Karawaci ini berganti nama menjadi Lippo Malls Indonesia Retail Trust.

Sejak diluncurkan, Lippo Malls Indonesia Retail Trust telah mengakuisisi sejumlah properti, seperti mal di Indonesia dan menjadi asset portofolionya. Beberapa portofolio Lippo Malls Indonesia Retail Trust antara lain Bandung Indah Plaza, Ekalokasari Plaza Bogor, The Plaza Semanggi Jakarta dan lainnya (lihat grafis).

Grafis Aset Portofoliio yang dikelola Lippo Malls Indonesia Retail Trust

sumber : LMIR-Trust

Kinerja DIRE Lippo Karawaci itu juga lumayan. Per Agustus 2015, pendapatan Lippo Malls Indonesia Retail Trust mencapai Sin$153,5 juta (sekitar sekitar Rp1,5 triliun) dan laba bersih Sin$ 65,8 juta (sekitar Rp644 miliar). Selama 2013-2015, Lippo Malls Indonesia Retail Trust telah memberi tiga kali dividen sekitar Sin$0,001 – 0,009 kepada investornya (pemegang DIRE) atau dengan dividend yield 8,8 persen.

Kinerja Lippo Malls Indonesia Retail Trust Per Agustus 2015 (Sin$ juta)

sumber : Singapore Stock Exchange

Perusahaan grup Lippo lainnya yang menawarkan DIRE adalah PT Ciptadana Asset Management. Pada 2012, perusahaan pengelola reksa dana itu meluncurkan Ciptadana Properti Ritel Indonesia. Portofolio asset dari DIRE Ciptadana ini antara lain Solo Grand Mal. Sampai Juli 2015, dana yang dikelola DIRE Ciptadana ini mencapai Rp531,8 miliar dan mampu memberi return 24,22 persen sampai Juni 2014.

Kini setelah Grup Lippo, siapa lagi perusahaan atau emiten yang akan menawarkan DIRE di Indonesia? PT Pakuwon Jati Tbk kabarnya juga tertarik dan tinggal menunggu detail aturan dari Otoritas Jasa Keuangan.