Berita Hari Ini : UNVR Cairkan Pinjaman Rp3 T, Prudential Kurangi Saham VIVA

Bareksa • 19 Feb 2018

an image
Pabrik Produk Skin Care dari Unilever di Cikarang Bekasi

BSDE gencar akuisisi dan bangun menara baru, RANC tambah empat gerai baru, PADI batal akuisisi Muamalat

Bareksa.com - Berikut ini adalah intisari perkembangan penting di ekonomi, pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari berbagai media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin 19 Februari, 2018 :

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA)

Perusahaan asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance mengurangi kepemilikan saham PT Visi Media Asia Tbk (VIVA).

Kepemilikan saham VIVA oleh Prudential Life berkurang 22,88 juta saham dari 1,15 miliar saham atau 7,02 persen menjadi 1,13 miliar saham atau 6,88 persen dari total modal disetor sebanyak 16,46 miliar saham.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

BSDE akan gencar mengakuisisi dan membangun menara kantor dan mal baru untuk mengejar target kontribusi pendapatan berulang per tahun mencapai 25 persen dalam 5 tahun ke depan.

Hermawan Wijaya, Direktur Bumi Serpong Damai, mengatakan tahun lalu kontribusi segmen properti investasi penyumbang pendapatan berulang atau reccuring income perseroan baru sekitar 17-20 persen. Dalam 5 tahun ke depan, perseroan ingin meningkatkannya menjadi 20-25 persen per tahun.

PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC)

Emiten peritel, PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) akan menambah empat gerai baru untuk meningkatkan jumlah penjualan tahun ini.

Hingga September 2017, emiten bersandi saham RANC telah memiliki 31 gerai, antara lain berada di Cikarang, Grand Indonesia, Jababeka, Kepala Gading, Plaza Balikpapan, Basuki Rahmat di Surabaya dan the Breeze Serpong.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan mencairkan pinjaman yang sudah diperoleh sejak tahun lalu. Pinjaman itu berasal dari afiliasinya, Unilever Finance International AG, senilai Rp3 triliun.

UNVR meraih fasilitas pinjaman dengan plafon Rp3 triliun dari afiliasinya yang bermarkas di Swiss itu sejak Mei 2017. Fasilitas pinjaman itu berlaku mulai 15 Juni 2017 hingga 14 Juni 2022.

Pinjaman dari Unilever Finance International itu tak hanya fleksibel dari sisi tenor, tapi juga bunga yang lebih murah. Bunga atas pinjaman tersebut ditetapkan minimal 0,15 persen di bawah penawaran bunga atas alternatif pinjaman terendah yang ada dengan jangka waktu yang sama.

Bank Muamalat

Rencana akuisisi Bank Muamalat oleh PT Mina Padi Investama Sekuritas Tbk batal seiring berakhirnya perjanjian jual beli bersyarat atau conditional share subscription agreement (CSSA) antara kedua belah pihak pada 31 Desember 2017 lalu.

Direktur Utama Mina Padi Djoko Joelijanto mengatakan dengan berakhirnya CSSA tersebut, maka akuisisi Bank Muamalat yang semula direncanakan pihaknya batal.

Djoko menjelaskan perseroan sebenarnya sudah mengajukan proses akuisisi kepada OJK. Namun, skema yang ditawarkan perseroan ditolak oleh OJK. Waktu yang tersisa dari tenggat CSSA sendiri dinilai Djoko tidak cukup untuk mengajukan skema dengan struktur baru.

Adapun 'uang muka' yang telah disetorkan oleh Mina Padi sebesar Rp1,7 triliun untuk merealisasikan transaksi tersebut hingga kini masih mengendap. (AM)