Apa yang mau kamu cari?
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Kamu bisa mulai dari nama produk investasi atau topik tertentu.
Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan
Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan
Bareksa.com - Peningkatan harga-harga barang di tingkat konsumen pada tahun 2017 masih terjaga, yang terlihat dari tingkat inflasi year-on-year (yoy) berada di angka 3,61 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 yang ditetapkan sebesar 4,3 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Desember 2017 terjadi inflasi sebesar 0,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,28. Dari 82 kota IHK, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 2,28 persen dengan IHK sebesar 131,75 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 0,18 persen dengan IHK sebesar 128,53.
Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Desember) 2017 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2017 terhadap Desember 2016) masing-masing sebesar 3,61 persen.
Grafik: Inflasi Tahunan 2015-2017
Sumber: BPS, diolah Bareksa.com
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,26 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,30 persen. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,17 persen; kelompok sandang sebesar 0,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,75 persen.
Komponen inti pada Desember 2017 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Desember) 2017 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2017 terhadap Desember 2016) masing-masing sebesar 2,95 persen.
Klik produk untuk lihat lebih detail.
Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.117,58 | - | |||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.106,04 | - | - | ||||
Capital Fixed Income Fund autodebet | 1.886,76 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund | 1.080,62 | - | - | ||||
Capital Regular Income Fund Dividen | 1.025,06 | - | - | - | - |
ST014T2
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,5%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
2 tahun
Terjual 98%
ST014T4
Syariahsukuk tabungan
Imbal Hasil/Th
6,6%
Periode Pembelian
Berakhir dalam 13 hari
Jangka Waktu
4 tahun
Terjual 66%
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.